The Byte Converter

Byte Kilobyte Megabyte Gigabyte

1 Byte = 8 Bit
1 Kilobyte = 1024 Bytes
1 Megabyte = 1048576 Bytes
1 Gigabyte = 1073741824 Bytes


The Byte Converter by Malte Philipp
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, November 17, 2010

Di Tempat Licin Itu

Nov 11, '10 2:12 AM
for everyone

assalaamu'alaikum wr. wb.

Salah satu nasihat almarhum Papa yang saya ingat benar – yang kemudian
menjadi salah satu pondasi terkuat dalam pemikiran saya perihal
kepemimpinan – adalah bahwa jika kita tidak bisa melakukan dengan
lebih baik, maka jangan kritisi orang yang berbuat salah.  Setelah
saya tumbuh dewasa, saya menjadi semakin yakin bahwa prinsip ini
adalah salah satu titik pembeda utama antara seorang yang berjiwa
pemimpin (baik ia sudah menjadi pemimpin atau belum) dengan seorang
pecundang.

Di sini, saya tidak membedakan antara pemimpin dan yang dipimpin,
melainkan seorang yang berjiwa pemimpin dengan seorang pecundang.
Tentu tak semua orang bisa setiap saat menjadi pemimpin, namun Islam
mewajibkan kita untuk berjiwa pemimpin.

Di masa kecil dulu, karena sifat saya yang temperamental, tidak jarang
saya bertengkar dengan teman karena telinga ini merasa tidak nyaman
mendengar kritik darinya.  Seringkali orang menghindar ketika ada
tanggung jawab yang harus diambil.  Akan tetapi ketika tanggung jawab
itu diambil oleh orang lain, tiba-tiba saja mereka yang menghindar
menjadi komentator handal.  Seharusnya dia begini, seharusnya dia
begitu, masak begini nggak bisa, masak begitu saja nggak ngerti, dan
seterusnya.  Otak saya, yang sudah terprogram oleh prinsip emas
almarhum Papa, biasanya akan menyuruh lisan untuk meledakkan kata-
kata: "Kalau lu bisa kenapa tadi diem aja?"

Banyak bentuk kepecundangan yang sering menjadi bahan pemikiran saya.
Pada saat ujian, ada seorang teman yang mencoba-coba menyontek dari
lembar jawaban saya.  Karena tidak mau repot, saya beritahukan saja
jawabannya.  Tapi setelah diberitahu, dia malah protes, dan protesnya
berlanjut hingga ujian selesai, hingga akhirnya saya cukup kehilangan
konsentrasi.  Di luar kelas, saya bentak dia, "Udah nanya, protes
lagi!  Kalo bego nggak usah sok tau!"

Please notice that I wasn't – and am not – proud of my temper.  And
you DEFINITELY shouldn't help your friend cheating.

Semasa kuliah dulu, saya kagum sekali mendengar penuturan pengalaman
ust. Rahmat Abdullah rahimahullaah ketika menjabat sebagai anggota
DPR.  Pada suatu saat, adzan berkumandang, tapi pimpinan rapat tidak
peduli.  Karena melihat tak ada orang yang bereaksi, maka ust. Rahmat
berinisiatif meminta rapat diskors untuk shalat.  Di jalan menuju
tempat shalat, seseorang dari parpol Islam lain menyalami ust.
Rahmat.  Katanya, selama ini di DPR tak pernah ada yang berani meminta
rapat diskors 'hanya' untuk shalat.  Sebagaimana semua anak muda yang
mendengar kisah ini saat itu, saya pun terpukau dan berjanji kalau
suatu hari menghadapi kasus serupa insya Allah akan bersikap sama
pula.

Tapi itulah ust. Rahmat Abdullah.  Keliru betul kalau saya atau Anda
atau siapa pun mengasosiasikan diri dengan beliau atau dengan orang
lain.  Prestasinya adalah miliknya sendiri, bukan milik orang lain.
Maka keteguhan hati ust. Rahmat tidak bisa otomatis kita copy-paste ke
dalam hati kita hanya karena kita sudah mendengarkan ceritanya dengan
khidmat, bahkan dengan bercucuran air mata sekalipun.

Di dunia kerja, saya lihat sendiri betapa sulitnya menempatkan diri di
posisi ust. Rahmat.  Dalam suatu rapat penting, saya mendampingi
atasan untuk menghadapi customer yang sebagiannya adalah orang asing.
Mereka jelas tidak mengerti urgensi shalat bagi seorang Muslim.
Mereka tidak tahu kapan adzan berkumandang, meskipun bisa dipastikan
semua orang yang tinggal di DKI Jakarta pastilah pernah mendengar
suara adzan, karena Masjid ada di mana-mana.  Syahdan, saking serunya,
rapat yang dimulai pukul 1 siang belum menunjukkan tanda-tanda akan
menemukan titik temu pada pukul 5 sore.  Waktu Ashar sudah hampir
habis, sedangkan para ekspat ini masih asyik berdiskusi.

"Sir, could we have a few-minutes break?  We have to pray.  It won't
take very long."

Apa susahnya?  Susah sekali!

Jika sesama anggota DPR saja banyak yang merasa sungkan untuk meminta
rapat diskors, maka tentu saja posisi kami saat itu lebih runyam,
karena rapat tersebut menentukan dilanjutkan atau tidaknya proyek yang
sedang kami tangani.  Jika sampai kehilangan proyek ini, maka
perusahaan akan terancam.  Maklum, perusahaan masih sangat kecil dan
proyeknya hanya satu-dua.  Kehilangan satu proyek, beberapa pegawai
mungkin harus diberhentikan.  Saya bisa membayangkan pikiran-pikiran
semacam ini berkecamuk dalam benak atasan saya saat itu.  Dia pun
sudah berulang kali melakukan kontak mata dengan saya, dan saya bisa
lihat sendiri betapa gugupnya ia memikirkan waktu Ashar yang sebentar
lagi akan lewat.

Sebagai bawahan yang diajak rapat hanya untuk menambah wawasan, saya
mendapat rejeki.  Atasan memberi kode agar saya pergi saja agar bisa
mengejar shalat Ashar.  Saya pun bergegas ke Mushola, menunaikan
shalat Ashar hanya dua puluh menit sebelum waktu Maghrib.

Setelah shalat, saya sempat istirahat sebentar.  Dari kejauhan, saya
lihat atasan saya berlari tergopoh-gopoh dan buru-buru wudhu.  Syukur
alhamdulillaah, akhirnya rapat selesai juga.  Naas, setelah ia selesai
wudhu, adzan Maghrib berkumandang.  Saya lihat ia hampir menangis dan
agak kebingungan mesti berbuat apa.  Akhirnya ia shalat Ashar,
kemudian shalat Maghrib bersama jama'ah di Mushola.  Saya, atasan
saya, dan mungkin sebagian besar dari Anda yang membaca tulisan ini,
memang tidak sekaliber ust. Rahmat Abdullah.  Perbedaan antara saya
dan atasan saya hanyalah saya diuntungkan karena jabatannya lebih
rendah, sedangkan ia disusahkan oleh kedudukannya yang lebih penting.

Berinteraksi dengan para ekspat, tentu saja saya pun mengalami dilema
yang sama sebagaimana yang dihadapi oleh ust. Tifatul Sembiring tempo
hari.  Kebanyakan orang tidak berani menolak ketika ada perempuan
(bule atau tidak bule) menyodorkan tangannya untuk bersalaman.  Kita
orang Muslim sudah dilatih untuk tidak membuat orang tersinggung,
apalagi perempuan, yang umumnya lebih menjaga sikap di depan umum.
Jangankan yang mengajak bersalaman, perempuan bule yang langsung
melingkarkan tangannya ke bahu pun saya sudah pernah bertemu (tapi
korbannya bukan saya, alhamdulillaah).

Fenomena 'penyerangan' terhadap ust. Tifatul belakangan ini sangat
menarik, karena motifnya berbeda-beda.  Ada yang mencela bukan karena
setuju bahwa salaman dengan perempuan non-mahram itu tidak boleh,
melainkan karena senang melihat ust. Tifatul akhirnya gagal menjaga
prinsipnya.  Ada juga yang pemikirannya langsung melanglang buana
sehingga menyebut ust. Tifatul tidak konsisten dalam beragama, seolah-
olah 'bersalaman atau tidak bersalaman dengan Michelle Obama' hanyalah
satu-satunya bab dalam beragama.  Padahal, yang bersangkutan telah
mengakui bahwa insiden itu tidak disengaja olehnya; artinya, ia
sendiri mengakui bahwa bersalaman dengan perempuan non-mahram itu
tidak boleh (sebagai catatan, Syaikh al-Qaradhawi memiliki pendapat
yang agak berbeda dalam hal ini).

Bisa jadi, ust. Tifatul kelihatan begitu kontroversial hanya karena
kehidupannya 'ada di depan kamera'.  Semua tweet-nya dianggap penting,
semua tulisan statusnya di Facebook begitu diperhatikan orang, bahkan
posisi tangannya pun bisa jadi bahan pembicaraan sampai ke surat kabar
di luar negeri.  Bagaimana jika semua perhatian itu dipindahkan pada
kita?  Akan terlihat imej yang lebih baikkah, atau malah lebih
memalukan?

Ada juga kawan yang sempat nyeletuk, "Masak ustadz menolak salaman aja
nggak mampu!"  Sambil tertawa, saya bertanya, "Lu udah pernah meeting
sama bule belum?"  Seperti yang sudah diperkirakan, jawabannya adalah:
"Ya belum, lah!"  Ya, begitulah!

Memang mudah mengomentari orang kalau kita selalu menghindar dari
tanggung jawab.  Kita takkan dipermalukan selama kita tak berdiri di
bawah lampu sorot itu.  Kita bisa bilang ini-itu gampang, yang ini
sudah jelas aturannya, yang itu sudah pasti keharamannya, tapi mungkin
saja kita telah mengalami delusi setelah mendengar kehebatan orang
lain, seolah-olah kehebatan itu adalah milik kita.  Kemudian kita pun
marah ketika orang lain tak mampu memiliki kehebatan yang sama, seolah-
olah semuanya itu adalah perkara gampang.  Mudah menghindari korupsi
kalau bisnisnya cuma jualan sari kurma di rumah sendiri.  Gampang
melewati jeram-jeram pemikiran sekuler kalau pergaulannya hanya di
pesantren.  Tidak akan terkilir kalau tak pernah bermain bola, takkan
tertembak musuh kalau tak ikut berjuang.  Jalan yang licin memang
membuat banyak orang tergelincir, kecuali mereka yang memutuskan untuk
mengurung diri di dalam rumah.

Keluar dari zona nyaman, pasti adakalanya kita berbuat salah.
Keberanian untuk keluar dari zona nyaman – atau keberanian untuk
menguji kemampuan sendiri di luar zona nyaman -  itulah yang
membedakan antara seorang yang berjiwa pemimpin atau pecundang.

wassalaamu'alaikum wr. wb.

Sumber : http://akmal.multiply.com/journal/item/810/Di_Tempat_Licin_Itu

Jumat, Mei 21, 2010

Artikel: Berbicara dengan Hati, Bukan Jari

Berbicara dengan Hati, Bukan Jari
Oleh: Sonny Wibisono *

"Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu."
-- Eric Schmidt, CEO Google

ADIL jengkel betul dengan istrinya. Sepanjang liburan akhir pekan keduanya sepakat memilih beristirahat di rumah. Lima hari bekerja membuat mereka ingin melemaskan otot-otot. Sekaligus tentu saja mempererat tali cinta diantara mereka berdua. Maklum, mereka belum lagi genap dua tahun menikah. Buah hati yang menjadi dambaan mereka tak kunjung datang. Mungkin Yang Di Atas belum memberikan mereka kepercayaan. Begitu keduanya menghibur diri.

Tapi akhir pekan yang seharusnya indah justeru berubah menyebalkan. Seharian Anita, sang istri, hanya berada di kamar. Mungkin saja letih. Dia ingin istirahat penuh. Namun yang membuatnya jengkel, Anita terus menggenggam gadget kesayangannya. Anita kadang tertawa sendiri. Sampai kadang dia tak ingin jauh dari colokan listriknya. Gadget kesayangannya itu sering kehilangan tenaga, sehingga terpaksa harus dicharge.

Adil geleng-geleng kepala. Namun Anita cuek bebek. Katanya, dia sedang asyik mengobrol dengan teman yang lama tak dijumpainya. Bertemu di jejaring sosial facebook, mereka kemudian bertukar nomor PIN. Lalu itulah yang terjadi, mereka mengobrol ngalor-ngidul sesuka hati. Adil pun memilih untuk keluar rumah dan mengobrol dengan tetangga.

Ponsel cerdas itu menjadi booming di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi setelah beberapa tokoh dunia dan seleb memakainya juga. Kelebihan menggunakan gadget ini dibandingkan dengan ponsel biasa memang beragam, misalnya saja layanan push mail, menerima dan membalas email yang masuk pada saat itu juga. Atau mengambil foto dan mengirimkannya ke handai taulan di luar negeri dalam sekejap. Lalu ada pula fasilitas chatting, browsing, hingga fasilitas online berbagai situs jejaring sosial. Kedekatan seseorang di dunia maya seakan-akan tidak lagi terpisahkan oleh ruang dan waktu. Tak aneh bila kemudian muncul istilah, 'mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.'

Namun memakai gadget ini bukan tak ada kekurangannya sama sekali. Contohnya, ya itu, interaksi antara Adil dan Anita menjadi tak nyaman. Ketika seseorang berasyik masyuk dengan dirinya dan dunianya sendiri, serta tidak memperdulikan lingkungan sekitar, apalagi menjadikannya sebagai ketergantungan yang sangat, maka menurut anak zaman sekarang dikatakan terkena 'gejala autis'. Tapi bukankah merujuk peribahasa, 'man behind the gun', bahwa baik-buruknya penggunaan teknologi tergantung si pemakainya? Betul. Bila pemakainya memakai dengan bijak, tentu tak masalah. Sebaliknya pun demikian.

Tapi nyatanya memang, menurut penelitian, ketergantungan akan gadget menyebabkan seseorang menjadi tak fokus. Bahkan para uskup senior di Liverpool, Inggris menantang umatnya untuk berpuasa teknologi selama 40 hari. Mereka mendorong masing-masing orang untuk memangkas penggunaan karbon dengan tidak memakai sejumlah gadget. Tingkat ketergantungan pemakai gadget memang sungguh luar biasa. Hingga muncul istilah, 'it is heaven for business owners, but hell for employees'.

Gadget dibuat dengan tujuan membantu si pemakainya. Untuk menjadikan urusan berjalan dengan efektif dan efisien. Ambil satu contoh, misalnya saja ketika diadakan rapat penting. Saat dalam rapat membutuhkan komunikasi rahasia di antara peserta rapat, tentu saja cara yang cerdas dengan menggunakan gadget yang tersedia.

Tetapi pada kenyataannya, yang kerap kita jumpai, teknologi yang awalnya dirancang untuk membantu kehidupan manusia, malah justeru membuat kita semakin menjauh satu dengan lainnya. Menjauh dari orang-orang yang kita kasihi, dan menjauh pula dari Tuhan yang sesungguhnya dekat dengan kita.

Dengarlah apa yang dikatakan Eric Schmidt, CEO Google, dalam pidatonya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 18 Mei 2009 lalu dihadapan enam ribu wisudawan. Schmidt berujar, "Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu." Schmidt mengatakan demikian setelah melihat banyaknya kaum muda yang hanya terpaku pada dunia virtual di internet. Seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain.

Itulah yang dirasakan Adil sekarang. Ia merasa jauh sekali dari istrinya. Adil sesungguhnya tak menuntut lebih dari Anita. Adil hanya ingin Anita menghentikan sekali saja pada saat mereka berada di rumah. Apalagi disaat-saat mereka sedang berdua atau liburan. Baginya komunikasi yang baik bukan lagi semata dengan jari-jari, walau teknologi sudah maju. Berbicara dengan tatap muka, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh tentu lebih memanusiakan diri.

Kita seharusnya memang dapat berhenti sejenak dari kegaduhan dunia virtual dan kembali pada 'habitatnya' sebagai makhluk sosial.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009.

Rabu, Mei 12, 2010

Ketamakan Milik Siapa

Message of Monday – 3 Mei 2010
Ketamakan Milik Siapa
Oleh: Sonny Wibisono *

"Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta."
-- Kantata Takwa dalam `Nocturno'

NAMANYA Gayus. Umurnya 30 tahun. Namanya beken saat ini. Dia menjadi salah satu aktor dari penggelapan pajak yang merugikan negara hingga belasan miliar rupiah. Gayus, pegawai Kantor Pajak, bermain tak sendiri. Ia bagian dari sindikat, yang melibatkan para aparat hukum. Padahal dari kabar di media, kita tahu gaji Gayus tidaklah kecil. Untuk golongan IIIA, ia mengantongi sedikitnya 12,1 juta per bulan. Itu sudah termasuk gaji pokok, ditambah tunjangan sana-sini. Tak hanya itu, istrinya juga bukan orang rumahan.

Namanya Tourre. Umurnya tak jauh dari Gayus, 31 tahun. Jabatan mentereng di usia muda disandangnya: Vice President Goldman Sachs. Satu perusahaan perbankan paling beruntung sepanjang sejarah Wall Street. Tourre ditenggarai otak dibelakang diterbitkannya CDO (collaterlized debt obligation) yang menggunakan aset-aset kredit berbau credit suprime sebagai aset dasarnya. Pada 16 April lalu, Goldman Sachs dan Tourre dituding oleh pengawas pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC) telah melakukan penipuan. Investor, menurut SEC, diperkirakan telah dirugikan sebesar US$ 1 miliar. Goldman dituduh mengelabui investor dan tidak memberikan informasi yang benar kepada para investornya.

Gayus dan Tourre. Sama-sama muda dan terkenal. Sama-sama dituduh curang dan serakah. Bedanya, Gayus terbukti bersalah dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia jelas mengkorupsi uang negara. Tourre masih perlu dibuktikan. Tapi semua tudingan dan kesalahan telah diarahkan ke perusahaan dan dirinya.

Gayus tidak dipanggil DPR, penegak hukumlah yang mengusutnya. Tourre belum, ia harus menjelaskannya di depan Senat. Ketamakanlah yang membawa Gayus (dan mungkin Tourre) pada petualangan yang. mengantarkannya pada persoalan hukum. Tidak saja Gayus (dan Tourre) yang merugi, namun rentetan orang dekatnya, termasuk anak, istri, dan keluarga besarnya ikut tercoreng malu. Bahkan lembaga yang menaungi mereka terkena getahnya.

Perkara korupsi boleh dibilang semuanya disulut oleh ketamakan. Hal itu yang mendorong pelakunya untuk menambah kekayaannya apa dan bagaimanapun caranya. Membeli mobil terbaru dengan menilap uang negara. Padahal dari kantor sudah tersedia fasilitas serupa, misalnya. Pun demikian dengan tempat tinggal. Sejatinya dengan menempati rumah yang layak, tak perlu bagus pun, manusia bisa hidup dengan nyaman. Namun nyatanya, lagi-lagi, ketamakan mendorongnya pergi jauh hingga pada sebuah ketidaksadaran telah melakukan berbagai kesalahan.

Tamak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti serakah, rakus. Sudah banyak cerita tentang kerakusan manusia. Kharun, kisah dari negeri padang pasir misalnya. Karena rakus dan kikirnya, dia dan seluruh hartanya tenggelam. Itu sebabnya, temuan harta di lautan atau di mana saja sering kita sebut sebagai harta karun.

Ada juga legenda lokal. Kita mengenal Pak Bagendit yang kaya raya. Namun kikirnya gak ketulungan. Dia pelit. Terhadap orang miskin sekalipun. Ketamakannya menjadi visi hidupnya. Harta menjadi panglima hidupnya. Hingga akhirnya, seorang miskin yang sakit hati, menancapkan tongkat di rumahnya. Dari situ muncul air, yang kemudian menggenangi rumah dan kampungnya. Tanah itulah kemudian dikenal sebagai Situ Bagendit.

Inilah bahaya Pleonexia, tamak yang berlebihan. Tapi benarkah ketamakan hanya milik orang mampu saja? Don McClanen bahkan menganggap kondisi yang disebut Pleonexia telah menguasai Amerika. Katanya, "Pleonexia is an insatiable need for more of what I already have, and it has penetrated our culture to the point where people are angry at the poor."

Nyatanya memang, ketamakan tak melihat status sosial. Di stasiun kereta beberapa hari silam, seorang supir angkutan kota tetap memanggil penumpang untuk naik ke mobilnya. Padahal di dalamnya boleh dikata sudah terisi penuh oleh penumpang. Kalaupun dipaksa, malah membuat tidak nyaman penumpang lainnya. Penumpang yang sudah sesak dan kepanasan memintanya untuk segera berangkat. Namun dengan ketus, sang sopir menjawab, "ah, masih ada satu lagi."

Terdengar pelan sumpah serapah dari beberapa penumpang. Setengah berteriak, satu orang berujar bernada memprovokasi, "Kelamaan, kita keluar aja cari yang lain!" Mendengar ajakan tersebut, tanpa dikomando lagi, sontak para penumpang yang telanjur sudah lama menunggu berhamburan meninggalkan angkot itu. Hasilnya, angkot itu kosong melompong. Tinggal si supir yang melongo.

Andai saja dia mau jalan, sudah tentu rezeki menjadi miliknya. Rezeki yang halal untuk anak dan istrinya di rumah. Sedikit rezeki teramat berarti bagi kelangsungan keluarganya. Namun apa daya, ternyata ketamakan membuat dia membuang rezeki di depan mata. Ini ibarat peribahasa lama, 'mengharap hujan dari langit, air di tempayan dibuang.'

Ketamakan pada akhirnya hanya menjadi panglima yang membimbing pada ketiadaan. Nafsu besar mengumpulkan harta lebih baik ditinggalkan. Sekecil apapun, bersyukurlah terhadap rezeki yang diperoleh. Dan cukup pula untuk berbagi dengan sesama yang kekurangan. Bukan begitu, kawan?

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009

Selasa, Desember 22, 2009

Artikel: Paku Yang Berserakan Di Jalan

From :mailto:dkadarusman@...
Date :Mon Dec 14 13:15:01 Asia/Bangkok 2009

Artikel: Paku Yang Berserakan Di Jalan
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Salah satu ucapan yang tidak terasa sering kita ungkapkan adalah frase 'tidak terasa, ya'. Sehingga, diakhir pekan kita kerap mengatakan; "Duh, tidak terasa ya, sudah hari jum'at lagi". Dan diakhir bulan kita mengatakan;"Tidak terasa ya, kok sudah akhir bulan lagi". Lalu diakhir tahun, kita bilang; "Tidak terasa ya, sebentar lagi tahun baru....."  Waktu yang didepan seolah terlihat berat untuk dijalani, ternyata 'tidak terasa' sudah kita lalui tanpa kendala yang berarti. Sekarang, mari diingat lagi; berapa tahun usia anda saat ini? Bukankah kita telah menjalani tahun demi tahun kehidupan kita itu, nyaris 'tidak terasa'  juga?
 
Kalau sedang berjalan kaki, saya sering menemukan paku di jalan. Demikian pula halnya ketika tengah bersepeda. Kehadiran paku dijalan menarik perhatian saya. Karena, saya merasa bahwa jalan bukanlah tempat dimana paku seharusnya berada. Pernah suatu kali kepalan tangan saya tidak lagi bisa dimuati oleh apapun karena didalamnya terdapat segenggam penuh paku yang saya punguti di jalan yang saya lintasi. Sehingga saya harus menyediakan wadah khusus untuk menampung paku-paku itu. Dalam hati saya berbisik;'seandainya semua paku di seluruh jalan di negeri kita dipunguti, berapa ton paku yang bisa dikumpulkan?'
 
Mungkin saya agak berlebihan soal 'berapa ton' itu, kalau diartikan sebagai satuan berat 'seribu kiloan'. Tapi, kalau 'ton' dalam pengertian satuan jumlah 'seribuan', saya yakin ungkapan 'berapa ton' itu tidak berlebihan. Artinya, ada ribuan buah paku yang berserakan di jalan. Ketika saya membayangkan beribu-ribu paku yang menghadang kita dijalan, saya juga membayangkan; betapa ban kendaraan kita berada pada situasi yang sangat kritis saat melintasi jalan-jalan itu. Karena, setiap kali kita melintas, maka ada peluang ban kendaraan kita tertusuk paku-paku itu. Anehnya, mengapa tidak semua kendaraan yang melintasi jalan itu bannya bocor terkena paku? Bahkan, dalam setahun saya lalu lalang disana, belum tentu ban kendaraan saya kena paku barang sekalipun. Padahal kita tahu, disana banyak paku berserakan.
 
Mengingat itu, hati saya sering menjadi lebih terhibur. Mengapa? Karena, seperti jalanan yang berpaku disana-sini itu; kadang-kadang saya melihat jalan hidup ini juga sedemikian beresikonya untuk dilalui. Resiko kehilangan pekerjaan, resiko ditolak oleh pelanggan, resiko dilecehkan teman, resiko disepelekan atasan, resiko tidak memperoleh pendapatan yang sepadan, resiko kebangkrutan, resiko ini, dan resiko itu. Rasanya, kita tidak perlu memungkiri bahwa semua kemungkinan itu sering membuat hati kita ciut. Namun, membayangkan bahwa setiap hari kendaraan kita melintasi jalan yang berpaku; maka setiap hari kita berpeluang untuk mengalami bocor ban di jalan. Anehnya, kita tidak setiap hari mengalami bocor ban.
 
Menerima fakta itu membantu hati saya untuk menyadari bahwa; meskipun setiap hari kita melintasi jalan kehidupan yang penuh resiko, tapi ternyata kita tidak selamanya mengalami kejadian 'semengerikan' itu. Mari kita tengok kebelakang barang sejenak. Lima tahun yang lalu, misalnya, kita tidak bisa membayangkan bagaimana caranya menjalani kehidupan selama lima tahun kedepan. Namun, kenyataannya adalah; kita sudah menjalani waktu lima tahun terakhir ini hingga saat ini, dengan 'tanpa terasa'. Hebatnya lagi, ternyata kita baik-baik saja.
 
Sekarang, mari kita berdiri disebuah titik yang kita sebut sebagai 'saat ini', lalu memandang jauh kemasa depan. Apakah kita merasakan kegalauan itu? Kita galau karena tidak ada kepastian akan masa depan kita. Tetapi, mari kita tengok beberapa tahun lalu ke belakang ketika kita merasakan kegalauan yang sama. Kita bisa sampai di titik ini, dengan selamat. Oleh karena itu, meski saat ini kita didera galau yang sama ketika memandang masa depan; semoga kita masih memiliki kekuatan untuk meyakini bahwa kita akan berhasil melewati masa depan itu seperti halnya kita telah berhasil melampaui masa lalu kita.
 
Ngomong-ngomong, menurut pendapat anda; mengapa ban mobil kita jarang bocor meskipun setiap hari melintasi jalan yang berpaku? Mungkinkah itu karena Tuhan melindungi agar ban mobil kita tidak terlampau sering terkena paku? Kalau begitu, menurut pendapat anda; mengapa hidup kita jarang bahkan tidak pernah mengalami peristiwa mengerikan, meskipun setiap saat kita melintasi jalan hidup yang berpeluang untuk mengalami peristiwa-peristiwa mengerikan? Mungkinkah itu karena Tuhan tiada henti-hentinya menjaga diri kita agar tidak mengalami hal-hal mengerikan yang melampaui batas kemampuan kita?
 
Lebih dari itu, Tuhan telah menjagakan kita agar tidak semua peluang tak menyenangkan itu benar-benar menjadi kenyataan. Memang, kita menghadapi begitu banyak peluang buruk yang tidak kita sukai. Namun, Tuhan telah menebarkan peluang baik jauh lebih banyak dari hal-hal buruk yang mungkin menimpa diri kita. Dan itu cukup untuk membuktikan bahwa sebenarnya Tuhan berpihak kepada kita. Sebab, ketika Dia memberi peluang baik lebih banyak dari peluang buruk, maka sesungguhnya Dia ingin agar kita berkesempatan untuk mendapatkan peluang baik itu. 
 
Jika sampai sekarang hidup kita baik-baik saja; tidak berarti bahwa kita tidak pernah mengalami cobaan, bukan? Kita mengalami banyak cobaan, namun sejauh ini semua cobaan itu masih dalam batas-batas kemampuan kita. Ini cocok dengan penjelasan guru ngaji saya bahwa; "Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada seseorang, melainkan dalam batas kemampuan dirinya."
 
Peluang buruk itu seperti paku yang berserakan dijalan. Jika kita memilih untuk memarkir kendaraan dirumah karena khawatir bannya akan kempes tertusuk paku yang berserakan; maka kita tidak akan pergi kemana-mana. Sebaliknya, jika kita bersedia mengambil resiko itu, maka kita akan mengeluarkan kendaraan dari garasi. Lalu kita melintasi jalan yang seharusnya kita lalui. Meskipun itu berarti bahwa kita menghadapi resiko ban bocor. Namun, kenyataannya ban kita tidak terlampau sering bocor. Bahkan, sekalipun kita melintasi jalan berpaku  setiap hari.
 
Barangkali, jalan hidup kita juga memang demikian. Meskipun banyak resiko yang kita hadapi saat melintasinya; namun, tampaknya kita akan baik-baik saja saat menjalaninya setiap hari. Sehingga, memilih untuk menyingsingkan lengan baju lalu bangkit berdiri, kemudian melangkah menjalani hidup ini; adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada menyerah dan berdiam diri. Sebab, saat kita menyerah; kita melewatkan beribu kesempatan dan kemungkinan untuk memperoleh anugerah yang kita sendiri tidak pernah tahu sebesar apa. Sebaliknya, saat kita berserah diri kepada keberpihakan Tuhan terhadap kesuksesan kita, lalu kita memohon ijin kepada-Nya untuk berikhtiar; maka kita memiliki harapan untuk berhasil melintasi perjalanan hidup ini dengan baik. Dan, tanpa terasa; kita bisa tiba diakhir perjalanan yang telah Tuhan tentukan untuk kita. Lalu saat itu kita boleh kerkata; "Tuhan, telah kutunaikan seluruh panggilan-Mu. Dengan segala kurang dan lebihku. Dan kini, ijinkan aku untuk menyerahkan penilaian akhir kepada-Mu...."
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
 

Catatan Kaki:
Sepertiga dari kengerian yang terpampang dimasa depan adalah ilusi kita. Sepertiganya lagi adalah alat untuk meningkatkan ketangguhan kita. Dan sepertiganya lagi adalah pengingat agar kita tidak terlampau sombong dihadapan Tuhan.
 
Sekarang, cuplikan-cuplikan video saya sudah bisa diakses di Youtube. Search disana dengan key word 'dadang kadarusman'.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul "Belajar Sukses Kepada Alam" versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

Jumat, Juni 06, 2008

Fw: [Bisnis-Karir] Tips 186: But They Did Not Give Up!

From: "Ikhwan Sopa" <ikhwan.sopa@gmail.com>

But They Did Not Give Up!

Berikut ini adalah sebagian inspirasi dari "Self Efficacy"-nya Dr. Albert Bandura, sebagiannya lagi dari memungut di sana dan di sini. Semoga bermanfaat.

Abraham Lincoln berangkat ke medan perang sebagai kapten dan kembali sebagai prajurit. Kemudian, dia gagal sebagai pebisnis. Sebagai ahli hukum di Springfield, dia sangat tidak praktis dan temperamental untuk sukses. Dia beralih ke dunia politik dan kalah pada usaha pertamanya untuk menjadi anggota legislatif, kemudian kalah lagi dalam nominasi menjadi anggota konggres, kemudian gagal menjadi komisioner di General Land Office, kalah lagi dalam pemilihan senator tahun 1854, kalah lagi dalam pemilihan Wakil Presiden tahun 1856, dan kalah lagi dalam pemilihan senat 1858. Dia menulis kepada seorang temannya, "Saya sekarang adalah manusia hidup yang paling menderita. Jika apa yang saya rasakan dibagi rata kepada semua umat manusia, maka tak ada wajah yang ceria di muka bumi ini."

Winston Churcill harus mengulang di sekolah dasar, dan saat ia memasuki sekolah berikutnya, Harrow, ia ditempatkan di bagian terendah di kelas terendah. Selanjutnya, ia gagal dua kali dalam ujian masuk Royal Military Academy at Sandhurst. Ia kalah dalam pemilihan anggota parlemen. Ia menjadi perdana menteri di usia 62 tahun. Ia kemudian menulis, "Never give in, never give in, never, never, never, never - in nothing, great or small, large or petty - never give in except to convictions of honor and good sense. Never, Never, Never, Never give up."

Socrates, dijuluki sebagai "koruptor kaum muda yang amoral" karena ajarannya. Ia meneruskan korupsinya, bahkan setelah dijatuhi hukuman mati. Ia mati minum racun dan tetap dalam keadaan korupsi.

Sigmund Freud menuai "Huuu...!" yang meriah saat pertama kali mempresentasikan idenya di hadapan masyarakat ilmiah Eropa. Ia kembali ke kantornya dan tetap menulis.

Guru-guru Thomas Alva Edison berkata, "dia terlalu tolol untuk belajar apapun." Dia dipecat dari pekerjaan pertamanya karena "tidak produktif". Sebagai penemu, Edison membuat 1.000 percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu. Saat seorang wartawan bertanya kepadanya, "Apa rasanya gagal seribu kali?" Edison menjawab, "Saya nggak gagal seribu kali. Bola lampu ditemukan dengan seribu langkah."

Albert Einstein tidak bisa bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Orangtuanya beranggapan bahwa dia abnormal. Salah satu gurunya mendeskripsikan Einstein dengan, "mentalnya terlalu lemot, tidak sosial, dan terus bertualang dalam impian bodoh." Dia dikeluarkan dari sekolah dan ditolak masuk ke sekolah politeknik Zurich. Einstein sangat sedikit belajar bicara dan menulis. Ia bahkan sedikit sekali belajar matematika.

Louis Pasteur hanyalah murid rata-rata di sekolahnya. Ia ranking 15 dari 22 di kelas kimia.

Setelah audisi pertamanya, Sidney Poitier dinasehati oleh direktur casting, "mengapa kamu tidak berhenti menghamburkan waktu orang lain dan pergilah keluar sana jadi tukang cuci piring atau apalah gitu?" Saat itulah, ia memutuskan untuk membaktikan dirinya dalam dunia akting.

Henry Ford gagal dan bangkrut lima kali sebelum dia sukses dengan mobilnya.

Stan Smith ditolak menjadi ball boy untuk Davis Cup karena "terlalu aneh dan kikuk." Dia tetap aneh dan kikuk, dan memenangkan Wimbledon dan US Open. Dan, delapan piala Davis.

RH Macy gagal dan bangkrut tujuh kali sebelum tokonya merajalela di New York.

Saat Bell Telephone Company jungkir balik di masa-masa awalnya, pemiliknya Alexander Graham Bell menawarkan seluruh haknya ke Western Union seharga 100,000 USD. Penawaran itu ditolak dengan balasan, "apa manfaatnya mainan elektronik yang ditawarkan perusahaan ini."

Michael Jordan berkata, "Sepanjang karir Saya, Saya gagal 900 kali melempar bola. Saya kalah di hampir 300 pertandingan. 26 kali Saya dipercaya untuk melakukan lemparan kemenangan, dan gagal. Saya gagal dan gagal lagi di sepanjang hidup Saya. Itulah sebabnya Saya sukses."

Walt Disney dipecat dari jabatannya sebagai editor di sebuah koran, sebab dianggap "tidak punya imajinasi dan tak punya ide bagus." Dia bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Faktanya, taman bermain itu ditolak oleh kota Anaheim dengan alasan hanya akan mengundang manusia sampah dan gelandangan.

Saat pertama kali Jerry Seinfeld manggung sebagai pelawak profesional, dia melihat audience, terdiam kaku, dan lupa bahasa Inggris. Dia mencoba berjuang sekitar satu setengah menit sebelum didepak dari panggung. Dia kembali lagi malam berikutnya, dan menutup aksinya dengan applause yang sangat meriah.

18 penerbit menolak menerbitkan buku Richard Bach. Macmillan akhirnya menerbitkan "Jonathan Livingston Seagull" di tahun 1970. Tahun 1975, 7 juta kopi buku itu beredar, hanya di Amerika saja.

Setelah peran pertamanya sebagai bellboy di film "Dead Heat on Merry-Go-Round", Harrison Ford dipanggil wakil presiden studio film ke kantornya. "Duduklah nak," ia berkata. "Saya akan bercerita. Saat pertama kali Tony Curtis tampil dalam film, perannya hanyalah mengantarkan sebuah kantong belanja. Kami melihatnya dan kami langsung tahu bahwa ia adalah bintang besar." Ford membalas, "Saya kira Bapak melihatnya sebagai kurir kantong belanja." Tuan wakil presiden berdiri dan berkata, "Kamu nggak ngerti juga ya, kamu nggak ngerti juga... sekarang minggat deh dari sini!"

Kepala sekolah Michael Cain berkata padanya, "Kamu bakal jadi pekerja di sepanjang hidup kamu." Michael Cain mempekerjakan dirinya dan mendapatkan dua Academy Award.

Charlie Chaplin awalnya ditolak oleh berbagai studio di Hollywood sebab pantomimnya dianggap "nonsense".

Di SMU, Robin Williams terpilih sebagai "Yang Paling Kecil Kemungkinan Suksesnya".

Decca Records membatalkan kontrak rekaman The Beatles dengan alasan, "Kami tidak suka suara mereka. Grup band dengan gitar bakal segera punah." Setelah itu, Columbia Records juga mendepak mereka.

Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry, memecat Elvis Presley setelah satu kali manggung. Mereka bilang ke Elvis, "Kamu nggak bakal kemana-mana, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir truk saja."

Beethoven biasa memegang biola dengan cara yang aneh dan lebih memilih memainkan karyanya sendiri ketimbang memperbaiki tekniknya. Gurunya menyebut dia sebagai "komponis tanpa harapan". Ia menulis lima simfoni terkenalnya, dengan telinga yang tuli total.

Sebuah dealer barang seni menolak Picasso saat ia ingin numpang berteduh menyelamatkan lukisannya dari guyuran hujan. Tak lama kemudian dealer itu bangkrut.

Van Gogh hanya berhasil menjual satu lukisan saja di dalam hidupnya. Itupun, dijual kepada saudara dari temannya seharga 400 franc (sekitar 50 USD). Ini tidak membuatnya berhenti untuk berkarya menghasilkan lebih dari 800 lukisan.

12 penerbit menolak "Harry Potter" karya JK Rowlings sebelum sebuah penerbit kecil setuju menerbitkan "Harry Potter and The Philosopher's Stone".

"Komputer masa depan beratnya tidak akan lebih dari satu setengah ton." (Popular Mechanics, meramalkan kemajuan ilmu pengetahuan, 1949.)

"Saya rasa, akan ada pasar dunia untuk sekitar lima komputer." (Thomas Watson, chairman of IBM, 1943.)

"Saya sudah kemana-mana di negeri ini dan berbicara dengan orang-orang terbaik, dan Saya bisa meyakinkan Anda bahwa data processing adalah lelucon yang tak akan bertahan sampai akhir tahun." (Editor kepala untuk buku bisnis di Prentice Hall, 1957.)

"Tapi apa bagusnya?" (Insinyur di divisi Advanced Computing Systems IBM, mengomentari microchip, 1968)

"Tidak ada alasan mengapa orang harus punya komputer di rumahnya." (Ken Olson, president, chairman dan founder of Digital Equipment Corp, 1977.)

"Telepon ini terlalu merepotkan untuk dipertimbangkan sebagai alat komunikasi. Tak ada nilainya buat kita." (memo rapat di Western Union, 1876.)

"Kotak musik tanpa kabel ini tak ada nilai komersialnya. Siapa sih yang mau membayar untuk lagu yang dikirim kepada orang yang tidak jelas?" (Kolega David Sarnoff saat menolak investasi di bidang radio sekitar tahun 20-an.)

"Siapa sih yang mau mendengar aktor berbicara?" (HM Warner, Warner Bros, 1927 sesaat sebelum era film bisu berakhir.)

"Mesin terbang yang lebih ringan dari udara. Itu mustahil banget." (Lord Kelvin, president, Royal Society, 1895.)

"Kami lalu pergi ke Atari dan berkata, kami punya sesuatu yang istimewa, separuhnya menggunakan sparepart Anda, maukah Anda membiayai kami? Kami cuma mau mengerjakannya, nanti kami berikan seluruhnya kepada Anda. Bayar gaji kami, kami akan bekerja untuk Anda. Mereka bilang: nggak. Lalu kami pergi ke Hewlett-Packard; mereka bilang, kami tidak butuh Anda. Anda bahkan belum lulus kuliah." (Steve Jobs, founder Apple Computer saat merayu Atari and HP agar mau berinvestasi untuk membuat PC.)

"Mengebor untuk minyak? Maksud kamu mengebor tanah untuk menemukan minyak? Gila luh!" (Tukang bor yang ditawari Edwin L Drake untuk mengebor minyak, 1859.)

"Pesawat terbang itu mainan bagus. Tapi nggak ada gunanya untuk militer." (Marsekal Ferdinand Foch, Professor of Strategy, Ecole Superieure de Guerre.)

"Memory sebesar 640K sudah cukup untuk setiap orang." (Bill Gates of Microsoft, 1981.)

21 penerbit menolak novel humor Richard Hooker, M*A*S*H. Padahal dia mengerjakannya tujuh tahun.

22 penerbit menolak buku James Joyce "The Dubliners".

27 penerbit menolak buku pertama Dr. Seuss, "To Think That I Saw It on Mulberry Street"

Jack London meneriman enam ratus surat penolakan sebelum berhasil menjual kisah pertamanya.

Novelist kriminal Inggris John Creasey menerima 753 surat penolakan sebelum ia berhasil menerbitkan 564 buku.

William Saroyan mengumpulkan seribu penolakan sebelum berhasil menerbitkan "Way to not take a hint, Bill!"

Kolonel Harland Sanders ditolak ratusan kali, sebelum KFC-nya ngetop ke seluruh dunia.

Daniel Boone ditanya apakah dia pernah tersesat di tengah hutan. Boone menjawab, "nggak, tapi pernah sih kesasar tiga hari."

John Milton menulis "Paradise Lost" selama 16 tahun setelah ia kehilangan penglihatannya.

Seorang profesor di MIT membuka kursus "Gagal". Dia melakukannya, katanya, karena kegagalan adalah pengalaman yang lebih sering terjadi ketimbang sukses. Dalam sebuah interview seseorang bertanya kepadanya, apakah ada yang gagal dalam kursusnya itu. Ia berpikir sejenak dan kemudian berkata, "nggak sih, tapi ada dua yang tidak menyelesaikan."

James Sastrowijaya dari Jakarta, ditolak 20 bank sebelum berhasil meyakinkan enam bank. Ia kemudian menjadi milyarder properti dengan modal nol rupiah.

Masbukhin si raja voucher, gagal bisnis berkali-kali sebelum menjadi "Karyawan Ber-Omzet Milyaran".

Toko Roni Yuzirman di Tanah Abang terbakar. Ia kini makin berhasil dengan toko online, "Manet Vision".

Seorang peserta seminar Tung Desem Waringin mengaku, "Tiga tahun yang lalu Saya adalah cleaning service di Golden Truly". Sekarang, Saya punya Jaguar sendiri.

Sampai detik ini masih ada saja pihak hotel yang bertanya, "Bener nih Pak, judulnya Workshop E.D.A.N.?"

YET, THEY DID NOT GIVE UP!

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
QA Communication
School of Motivational Communication
Your Confidence Solution


Videos on NLP, Self Confidence, Law Of Attraction, Hypnosis, Positive Thinking, Affirmation, Motivation, Communication, Leadership:

Senin, Mei 26, 2008

Fw: [Guyon-Yook] Nilai Diri

To:"Lis Suryani" <lis.suryani@trimegah.com>
Subject: [Guyon-Yook] Nilai Diri

Dear all,..
 
Ada 3 kaleng coca cola,
ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.
 
Ketika tiba hari,
sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola
dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian
 
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama di turunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya
dan diberi harga Rp. 4.000.
 

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.
Di sana , kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin
dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
 

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana .
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.
 
Dan ketika keluarkan,
kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es.
Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu,
menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan.
Harganya Rp. 60.000.
 

Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda
padahal diproduksi dari pabrik yang sama,
diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?
 

Lingkungan  mencerminkan harga.
Lingkungan berbicara tentang  RELATIONSHIP.
 
Apabila  berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari dalam diri,
maka akan menjadi cemerlang.
Tapi bila berada dilingkungan yang meng-kerdil-kan diri
maka akan menjadi kerdil.
 

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda =
NILAI YANG BERBEDA
 
 
sie TO collection.


Senin, Mei 19, 2008

Masalah Adalah Tantangan

Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan lajam, anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang Iebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak Iayak memasuki jalur keberhasilan, Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dan tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian din sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak kan menjadi seseorang yang sejati.

Tahukah Anda

Penyelenggaranya keterlaluan tetapi pengikutnya rupanya juga tak pikir panjang. Sebuah stasiun radio di lnggris, han Jumat tanggal 24 Januari 2003, harus menerima hukuman pengadilan yang menjatuhkan dena 15.000 poundsterling atau lebih Rp 200 juta akibat kesembronoan stasiun ini.
Radio BRMB yang berpusat di Birmingham menantang pendengarnya untuk mengikuti lomba “Kursi-kursi Paling Dingin di Kota”, berupa ketahanan duduk di atas balok-balok es kering (dry ice). Temperatur es balok itu minus 18 derajat Celsius. Siapa yang paling lama bertahan, begitu tantangan yang ditawarkan, akan mendapat hadiah berupa tiket nonton festival musik.
Tiga kontestan sampai harus dirawat 10 minggu di rumah sakit karena kulitnya rusak. Di pengadilan, 4 kontestan menceritakan, mereka duduk di atas balok selama 45 menit, sebelum satu di antara mereka menyerah. Beberapa menit kemudian sisa peserta merasa sakit dan segera dilarikan ke rumah sakit. Seorang peserta tak menderita sakit parah karena dia mengaku menggunakan ganjalan ketika ikut lomba.

Kata Bijak Hari ini
Jangan lihat masa Iampau dengan penyesalan;
jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan;
tapi Iihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.
(James Thurber)


Jumat, Mei 09, 2008

Kesempatan Yang Tersembunyi

Bila anda tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya anda melihat lagi langkah anda. Jangan-jangan anda tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis Iebih banyak belajar dan kesalahan dan pada dan keberhasi Iain. Kesalahan menuntun anda untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin anda untuk mengambil tindakan yang Iebih baik.
Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus anda kerjakan. Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa anda. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.
Colombus melakukan “kesalahan” yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bentahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti “kesalahan” tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah anda menganggapnya sebagai kesalahan?

Tahukah Anda
Bila seseorang menghitung setiap saat satu detik untuk satu hitungan, 24 jam sehari tanpa henti, maka diperlukan waktu 31 .688 tahun untuk dapat mencapai bilangan 1 Trilyun.
Bila satu trilyun dalam pecahan lembar satu dollar ditumpuk satu diatas yang lainnnya, maka tumpukan mi tingginya akan mencapai tinggi dua kali tinggi Mount Everest. Sementara itu deretan lembar satu Dollar senilai satu trilyun Dollar akan dapat melingkari bumi hingga 3.882 kali.
Dapat anda hitung sendiri berapa banyak diperlukan lembaran Dollar untuk menghitung GNP Amerika Serikat yang 6 Trilyun Dollar, atau GNP Jepang yang 4,5 Trilyun Dollar bila menggunakan uang pecahan satu dollar.

Kata Bijak Hari Ini
Jika kita memulamnya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan;
tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya,
kita akan berakhir dalam kepastian.
(Francis Bacon)

Kamis, April 24, 2008

Gagal. .., Siapa Takut?

Apakah anda takut gagal? Sedemikian takutnya sampai anda tidak berusaha untuk mencoba? Coba anda pikirkan kembali, hal tersebut benar-benar tidak masuk akal. Dengan tidak mencoba barang sekalipun, sebenarnya anda sudah gagal. Jadi rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti.
Apakah anda merasa takut? Coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang berusaha disampaikannya. Rasa takut membuat anda Iebih waspada. Rasa takut memberi energi ekstra. Rasa takut membuat anda mampu mengatasi tantangan tersulit.Tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri anda Iebih dan rasa takut.
Rasa takut sebenarnya ada untuk mendorong anda maju, bukan untuk menahan anda. Biarkan rasa takut mengajarkan anda. Biarkan rasa takut mempersiapkan anda. Tetapi jangan membuat rasa takut menghentikan anda. Saat rasa takut menahan anda, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut dan anda akan menemukan alasan untuk bergerak maju.
Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak. Bila anda sudah mencoba dan ternyata gagal, anda memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali. Anda tidak akan pernah gagal bila anda terus berusaha.

Tahukah Anda

Di bulan Februari 1657, sebuah upacara kecil dilakukan di kota Tokyo, untuk menolak bala. Dalam upacara kecil itu, seorang pendeta bermaksud membakar sebuah Kimono, yang dianggap membawa sial. Kimono tersebut telah dimiliki oleh tiga orang anak perempuan yang semuanya meninggal sebelum sempat mengenakannya.
Upacara ini tidak akan tercatat dalam sejarah, bila tidak ada buntutnya. Saat kimono tersebut dibakar, angin kencang berhembus dan api menyebar ikut melahap kuil tempat upacara dilakukan. Tidak berhenti di situ, api ikut menghancurkan hampir tiga perempat bagian kota Tokyo.
Tercatat 300 kuil ikut terbakar, ditambah 500 bangunan besar, 9.000 toko, dan 61 jembatan. Korban yang jatuh dalam kebakaran besar tersebut mencapai sekitar 100.000 orang. Semua karena kimono pembawa sial.

Kata Bijak Hari Ini

Saat salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada
pintu yang tertutup sehingga tak melihat yang telah
terbuka untuk kita.
(Helen Keller)

Kamis, April 17, 2008

Kata Kata Bijak

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. - Horace Walpole
Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya. - Jalaludin Rumi
Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi. - Anonim
Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. - Anonim
Tak ada orang yang terlalu miskin sehingga tidak bisa memberikan pujian. - Anonim
Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya. - Jonathan Swift
Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. - Michel De Montaigne
Seorang konsultan psikologi paling jenius sekalipun tidak lebih mengerti tentang pikiran dan keinginan kita lebih daripada diri kita sendiri. - Anonim
Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. - Will Dan Ariel Dunant
Do all the goods you can, All the best you can, In all times you can, In all places you can, For all the creatures you can. - Anonim
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. - Baron Pierre De Coubertin
Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan ... - Baron Pierre De Coubertin
Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. - Charles "tremendeous" Jones
Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang. - Gordon Van Sauter
Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. - Gordon Van Sauter
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. - Alexander Graham Bell
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. - Thomas A. Edison
Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak. - John Naisbitt
Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk. - P.t. Barnum
Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi.... kita akan binasa. - Walt Disney

Who R U

Siapakah orang yang BODOH ?
Orang yang bodoh ialah orang yang suka menceritakan dirinya
sendiri, padahal orang lain ga pernah tanya.
Maka jangan sekali kali menceritakan dirimu sendiri klo ga ditanya.

Siapakah orang yang PANDAI ?
Orang yang pandai adalah orang2 yang suka bekerja tanpa pamrih dan suka
menolong tanpa diminta dan tanpa melihat asal dan golongan nya.
Maka segeralah menolong tanpa diminta

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya
seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... ......... ...dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa
musibah lalu dia berucap "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun."
Kemudian berkata,"Ya RabbI, Aku ridha dengan ketentuan-Mu ini", sambil
mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar.... ......... ..

Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada
dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah.. .....

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada,
selalu menumpuk-numpuk harta.
Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...... .

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan
namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah. ......... ....

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda........ .......... ......... ....

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati
membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata
memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu....... ..........

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati
tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia....... .....

Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni
syurga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk
menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk
mengharap ridho-Nya... ......... ..

Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitu
saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita gembira ini selagi
sempat,karena tiada ruginya bagimu...... .....

Selasa, April 15, 2008

Kisah Sebuah Batu Kusam

Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dan batu tersebut adalah putih.
Dibawanya batu itu ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaannya yang kasar dan batu tersebut dan dipoles.
Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dan warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.

Renungan:
Sebenarnya alam memberlkan berbagai peIaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk rnenempa kita.
Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang detang dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar.
Sekarang mari kita pikirkan, dlmanakah posisi kita? Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalani proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang mahal?

Tahukah Anda

Ada seorang perempuan baru dalam kehidupan James Bond versi film layar lebar. Tinggi wanita itu cuma 6 inci atau sekitar 15 cm dan tubuhnya terbuat dan plastik. Perempuan tersebut adalah boneka Barbie. Produsen boneka Barbie, Mattel Inc., merilis paket edisi terbatas agen rahasia bersandi 007 itu. Dalam setiap paketnya ada boneka Barbie sebagai gadis Bond dan boneka Ken, teman Barbie, sebagai Bond.
Mattel memasarkan paket berharga 75 dollar AS tersebut tahun mi dalam rangka merayakan 40 tahun umur film pertama Bond, yaitu Dr No. Boneka Ken sebagai Bond dan boneka Barbie sebagai gadis Bond dipersembahkan bagi banyak film James Bond yang selalu dikenang dan karakterkarakterterkenal dalam film-film itu selama 40 tahun mi.
Boneka Ken dipakaikan tuxedo khas Bond dan membawa sebuah tas. Sementara itu, boneka Barbie mengenakan gaun brokat warna emas dan syal merah, serta di pahanya di seli pkan sebuah telepon selular,
Film layar lebar Bond ke-20, Die Another Day, yang dibintangi oleh Pierce Brosnan dan Halle Berry, saat mi sedang diputar di seluruh dunia.

Kata Bijak Hari Ini

Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa anda dicintai seperti apa adanya, atau Iebih tepatnya
dicintai walaupun anda seperti diri anda adanya.
(Victor Hugo)

Senin, April 14, 2008

Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan alas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dan rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari unluk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli di mana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.
Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang, Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dan kekalahan diri sendiri.

Tahukah Anda

Los Angeles dikenal sebagai rajanya mobil di negara bagian California, Amerika Serikat. Namun populasi mobil di sana ternyata masih kalah dengan yang ada di Atherton, kota yang terletak antara San Fransisco dan San Jose, Amerika Serikat.
Kota kecil yang makmur ini tercatat mempunyai 5.680 mobil, sementara jumlah orang dewasa di atas usia 18 tahun menurut biro sensus hanya ada 5.500 orang. Tiap keluarga rupanya mempunyai lebih dan satu mobil. Bahkan mereka mempunyai mobil keluarga dan sedan bisnis pribadi yang berbeda. Mereka mempunyai kendaraan besar SUV untuk bepergian ke Tahoe untuk menarik perahu mereka. Anak-anak juga mempunyai mobil, juga pembantu.
Jangan heran, Atherton memang kotanya orang-orang kaya, Secara logika sulit dijelaskan kenapa mereka memilih mempunyai banyak mobil. Dari survei yang pernah dilakukan diketahui, 60 persen keluarga Atherton mempunyai sedikitnya tiga mobil. Padahal mereka sebenarnya tidak membutuhkan kendaraan sebanyak itu, apalagi sampai lima buah. Masih menurut survei tersebut, emosi mungkin merupakan alasan paling besar bagi penduduk Atherton, untuk mempunyai lebih dan satu mobil.

Kata Bijak Hari Ini

Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab.
Yakni, orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak,
dan orang yang
bertindak tapi tidak pernah berpikir.
(WA. Nance)

Jumat, April 11, 2008

Tujuh Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal dan pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab,
“Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.”
Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.

Tahukah Anda

Orang umumnya kenal dengan hamburger, roti dengan isi daging sapi atau daging ayam. Sekarang ada lagi roti isi yang namanya whaleburger alias burger paus. Sumbangan menu sandwich terbaru mi diperkenalkan oleh sebuah restoran kecil, Kujiraya di kota Shimonoseki, sekitar 825 kilometer tenggara Tokyo. Kujiraya sendiri mempunyai arti “tempat paus”.
Disajikan mirip seperti burger namun dengan pengapitnya dan nasi, burger nasi paus dijual 300 yen, lebih mahal dibanding dengan hamburger di McDonalds yang harganya cuma 85 yen saja.
Paus merupakan sumber protein paling penting buat orang Jepang dalam masa sulit mereka beberapa saat setelah Perang Dunia II. Namun, kemudian daging paus menjadi makanan yang mahal dan jarang tampak pada menu makan malam keluarga. Makanan ini umumnya hanya dikonsumsi oleh restoran tertentu.


Kata Bijak Hari Ini

Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali,. Itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang,
tetapi anda harus siap menanggapinya.
(Louis L’amour)



Kamis, April 10, 2008

Satu Langkah Ke Depan

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh Iebih balk bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu Iangkah yang terlalu besar, Iangkah raksasa. Akibatnya, masalah kita jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda hanya termenung dan tidak bergerak.
Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan anda.Tidakkah Iebih memungkinkan bagi anda untuk mengambiI Iangkah-Iangkah pendek terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu Iangkah kecil demi satu Iangkah kecil, asalkan anda tidak berhenti, adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju. Dan bukan berhenti.

Tahukah Anda

Zaman sekarang tak kenal pasta gigi rasanya aneh. Namun, di Cina, terutama di pedesaan, orang yang tak kenal alat itu cukup banyak, sampai 60 persen. Parahnya lagi, dan mereka yang terbiasa menyikat gigi, 90 persen “tidak menyikat gigi dengan semestinya”.
Untuk membersihkan gigi, kebanyakan masyarakat Cina pedesaan tersebut menggunakan jan atau handuk. Lalu untuk kumur, orang desa lebih suka menggunakan air putih atau teh, yang kabarnya disukai juga oleh pemimpin mereka, Mao Zedong. Maka tak heran kalau gigi-gigi mereka berwarna kehijauan.

Kata Bijak Hari ini

Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal,
dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah
mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka
dengan segenap tenaga, semangat, dan kerja keras.
(Harry S.Truman)

Rabu, April 09, 2008

Mempertaruhkan Hidup

Di depan para muridnya, seorang guru menceritakan pengalaman bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang Perang Dunia II. Pada suatu hari, prajurit tersebut harus menerbangkan ratusan pekerja rodi dan Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.
Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan uang dan harta yang melekat di badannya. Nah, semakin lama lantaran tidak ada lagi yang dipertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah harus terjun ke luar pesawat tanpa menggunakan parasut. Bayangkan!
“Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!” teriak seorang murid mendengar cerita tersebut. “Memang, benar,” jawab Guru, “Tapi dengan begitu justru permainan menjadi semakin asyik!”
Kemudian ia melanjutkan bicara, “Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya.”

Tahukah Anda

Tradisi perayaan Tahun Baru yang diadakan di distrik Hillbrow di Johannesburg, Afrika Selatan inii benar-benar lain dari yang lain. Kebiasaan masyarakat di Hillbrow untuk merayakan Tahun Baru ini adalah dengan melempar-lempar barang yang ada di rumah lewat jendela ataupun dan balkon. Bahkan, itu dilakukan juga dan gedung-gedung tinggi.
Pada perayaan Tahun Baru 2003 lalu, korban luka-luka (terkena lemparan) tercatat 46 orang. Lumayan sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pada perayaan yang kemarin, polisi lebih banyak dikerahkan di distrik yang memang dikenal sebagai kawasan berbahaya.
Lebih berbahaya lagi tentu saja pada perayaan menyambut Tahun Baru, karena benda yang dilempar bukan main-main, bisa tempat tidur, televisi, botol, batu, atau apa saja. Malah menurut cerita dan penduduk setempat, dan jendela-jendela apartemen bahkan juga terdengar tembakan.

Kata Bijak Hari ini

Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain,
tetapi untuk melampaui diri kita sendiri,
untuk memecahkan rekor kita sendiri,
dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.
(Stuart B.Johnson)



Senin, April 07, 2008

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
- Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
- Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."
Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
- Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betulan.

Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya:
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.
Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah.

Hidup menjadi indah.

Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only............how nice!!!!

Sabtu, April 05, 2008

Prinsip 90/10 (Dari Stephen Covey)]

PRINSIP 90/10

Oleh : STEPHEN COVEY

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya ?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri
anda.

Contohnya :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan
hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat
seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.
Bagaimana caranya ? รข€¦. Dari cara reaksi anda !!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol
reaksi anda.

Marilah kita lihat contoh dibawah ini :


Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja
menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram
kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.
Reaksi anda :
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak
anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan
mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir
diujung meja.
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat
ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil
menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan
mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan
kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,-
karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda
secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau
tas anda tertinggal di rumah.
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan
semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.
Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan
istri dan anak anda.
Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir
kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab
hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda
berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda
ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan
mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat
anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda
kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa
makan malam nanti."
Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur
staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di
kantor.
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri
dengan
kondisi berbeda.

Mengapa ?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang
90% tergantung dari reaksi anda sendiri.
Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang
mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan
serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan
komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda:
kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat
masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki
? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan
kondisi tersebut merusak hari anda ?
Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat
terselesaikan.

Contoh lain :
- Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang
karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada
petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa
yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk
kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku
yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian
anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan
hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan
hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita
mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

NIKMATILAH HIDUP INI !!

Kamis, Maret 27, 2008

Senar yang putus (education Story)

From: boncel Top <gundala09@yahoo.com>
Date: Mon, 24 Mar 2008 22:10:39

Niccolo Paganini, seorang pemain biola terkenal di abad 19 tengah memainkan konser tunggalnya yang dipadati oleh para penggemarnya. Di tengah suasana konser yang kian menghangat, celaka, tiba-tiba salah satu senar biolannya putus! Keringat dingin mulai membasahi dahi Paganini, tapi dia tetap meneruskan permainan lagunya dengan senar yang tersisa.

Kejadian selanjutnya sangat mengejutkan. Senar biola yang lainnyapun mulai putus satu per satu, hingga hanya tertinggal satu senar… Ketika para penonton melihat dia tetap memainkan lagunya dengan satu senar, merekapun berdiri, bertepuk tangan, & berujar "hebat... hebat...".
Namun para penonton menyadari bahwa tidak mungkin Paganini dapat memainkan bagian akhir lagunya hanya dengan satu senar yang tersisa. Dan Paganini pun tahu betul akan hal itu, namun senar-senar yang putus tadi tidak mungkin tersambung kembali.

Akhirnya Peganini menarik napas dalam-dalam, memberi hormat pada penonton dan memberi isyarat kepada dirigen orchestra. Ia telah memutuskan untuk memainkan bagian akhir lagunya hanya dengan satu senar! Dengan mata berbinar ia berteriak "Paganini dengan satu senar.!!!" Kemudian ia menaruh biola di dagunya, dan ….ia berhasil memainkan bagian akhir lagu tersebut dengan sangat indah…..

Hidup kita terkadang bagai senar yang putus, dipenuhi oleh persoalan, kekhawatiran, kekecewaan & kegagalan. Dan kita seringkali mencurahkan banyak waktu untuk memikirkan kembali senar yang putus tadi.

Apakah Anda masih memikirkan "senar-senar" yang putus dalam hidup Anda? .
Apakah senar terakhir nadanya tidak merdu lagi??

Jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya tadi. Mainkanlah senar terakhir itu semerdu mungkin……..
Diambil dari "Secangkir Kopi" Leadership Mass Market PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk

Rabu, Maret 26, 2008

Merasakan Keindahan

Bukalah mata anda. Apa yang anda lihat? Sekumpulan orang yang sibuk berjalan dan bergumam tak menentu? Lihatlah wajah mereka? Wajah yang muram, ketus? Raut muka yang curiga, atau bahkan tak berekspresi? Namun, tidakkah anda perhatikan, ada seseorang yang tersenyum kepada anda? Lihatlah sekali lagi. Coba, Iebih teliti kali i, tidakkah anda melihat pohon-pohon yang melambai, menyampaikan salam kepada anda?
Sekarang, konsentrasikan pendengaran anda. Apa yang anda simak? Keriuhan? Bisik-bisik dan pergunjingan? Orang dengan HP yang berjibaku dengan keberisikan? Orang yang mengumpat dan mencaci? Suara-suara radio yang memekakkan telinga? Tenang. Renungkan sejenak. Tidakkah anda menyimak, ada senandung doa dan burung-burung kecil, yang menyanyikan lagu pagi han? Atau, sebuah irama dan serangga kecil yang membisikkan lagu tidur di kala malam?
Lalu, tank nafas anda dalam-dalam, Ada aroma yang memualkan?Tenang. Hirup lagi Iebih dalam. Berkonsentrasilah saat ni. Tidakkah anda merasakan semerbak keharuman yang menyuburkan bunga-bunga?
Coba rasakan indera yang ada di kulit anda. Lembab? Udara yang penat? Tenang. Cobalah sekali lagi. Tidakkan anda pernab rasakan kesejukan yang membuat anda nyaman. Rasakanlab kesejukan udara dingin itu. Rasakan juga kehangatan udara yang hadir di saat terik. Rasakan, kehangatan matahari yang menyinari layaknya selimut malam.
Teman, akan selalu ada keindahan dalam setiap gerak kita. Selalu ada kesejukan dan kehangatan yang tercipta di sekitar kita. Fokuskan semua indera itu pada kebaikan. Dan anda akan merasakan keindahannya.
Tahukah Anda
Pencipta Superman keberatan atas penggunaan nama Kryptonite yang di gunakan produsen perawatan rambut, Wella Corp. Soalnya perusahaan mi memakai nama itu untuk salah satu produknya, yakni gel rambut hijau.
Pencipta Superman tak main-main, sehingga pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik di Manhattan. “Pemakaian nama itu membuat lemah pahlawan kami,” begitu antara lain isi gugatan tersebut.
Kryptonite dalam kisah Superman merupakan elemen dan rumah planet Superman. Untuk meyakinkan pengadilan, pencipta Superman menguraikan, kata Kryptonite sudab mulai digunakan tahun 1943 dalam siaran radio dan menjadi begitu terkenal tahun 1945.
Kata Bijak Hari Ini
Dan bahwa setiap pengalaman mestilah dimasukkan ke dalam kehidupan,
guna memperkaya kehidupan itu sendiri.
Karena tiada kata akhir untuk belajar
seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan.
(Annemarie Schimmel)